Penampilan mahasiswa Etnomusikologi FSP ISI Surakarta, Sekar yang membawakan instrumen lagu khas Betawi bertajuk Sirih Kuning dalam Safari jurnalistik bertajuk Zetizen Goes to School di SMAN 1 Simo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

 

Safari jurnalistik bertajuk Zetizen Goes to School mendapat sambutan antusias dari SMAN 1 Simo, Boyolali Jumat lalu (2/1). Kegiatan hasil kolaborasi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan Jawa Pos Radar Solo ini diisi dengan beragam kegiatan. Mulai dari sharing jurnalistik, selayang pandang tentang FSP ISI dan unjuk gigi potensi siswa sekolah setempat. Kegiatan safari jurnalistik dibuka dengan penampilan paskibraka di lapangan utama. Kemudian, disusul dengan tari semaphore dari Bantara SMAN 1 Simo. Para siswa itu memadukan musik tradisional, mulai dari Anoman Obong, Sajojo dan lainnya dengan tari semaphore. Tak mau kalah, penampilan epik mahasiswa Etnomusikologi FSP ISI Surakarta, Sekar yang membawakan instrumen lagu khas Betawi bertajuk Sirih Kuning. Kepiawaian Sekar memainkan violin menyedot perhatian para siswa. Dia juga mengajari beberapa siswa yang ingin mencoba langsung alat musik violin. Dan memainkan gitar untuk mengiringi lagu dari penampilan salah satu guru sekolah setempat. "ISI Surakarta ada beberapa jurusan, dan saya mengambil jurusan Etnomusikologi. Ternyata, (jurusan) etno itu tak melulu kita latihan musik terus, tapi kami juga banyak menulisnya," ujar Sekar dalam bincang selayang pandang ISI Surakarta di hadapan para siswa. Sekar mengatakan, selain etnomusikologi, di FSP ada jurusan karawitan, pedalangan, tari, dan teater. Tak sendiri, dia juga ditemani alumnus ISI Surakarta yang juga fotografer senior Jawa Pos Radar Solo, Arif Budiman. Mereka memberikan intermezo mengenai salah satu kampus seni terbaik di Indonesia itu. Alumnus ISI Surakarta banyak yang bergelut di bidang seni dan budaya. Seperti seniman, pamong budaya, guru, termasuk di Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) dan BRIN serta lainnya.

General Manager Jawa Pos Radar Solo Andi Aris berharap kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi para siswa untuk memperdalam minat jurnalistik. Selain itu, memberikan gambaran dan pengetahuan baru dalam proses produksi berita.  “Semoga bermanfaat bagi siswa SMAN 1 Simo,” ujar Andi yang juga alumnus sekolah setempat.  Materi sharing jurnalistik dipandu oleh Wakil Pemimpin Redaksi/Manager Digital Jawa Pos Radar Solo Tri Wahyu Cahyono. Dia menyampaikan terkait tantangan media saat ini. Dewasa ini, media digital menjadi arus utama mengakses informasi. Media digital bisa berdampak positif dan bisa juga negatif.  "Informasi yang sebarluaskan harus dicek kebenarannya terlebih dahulu. Begitu pula dalam proses pembuatan berita, harus ada konfirmasi dan klarifikasi pada pihak yang bersangkutan. Sehingga anak-anak harus bisa bijak dalam bermedia sosial," jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Simo Jumadi mengdorong agar para siswa mampu memanfaatkan kegiatan literasi ini dengan baik. Selama ini, kerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo telah terjalin dengan baik. Sehingga para siswa yang memiliki minat dibidang jurnalistik bisa meng-upgrade kemampuannnya. "Kami harap pengenalan dalam jurnalistik bisa merata. Agar mereka bisa meningkatkan kemampuannya, dan mereka benar-benar bisa menjadi jurnalis yang profesional," ujarnya. (rgl/bun)

Sumber: Radar Solo.