Salah satu siswa SMAN 1 Wuryantoro berkesempatan bermain salah satu alat musik tradisional di ajang Zetizen Goes To School, Jumat (16/2/2024). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Wakil Dekan III FSP ISI Surakarta Bondet Wrahatnala saat mengenalkan enam prodi di FSP ISI Surakarta di ajang Zetizen Goes To School di SMAN 1 Wuryantoro, Jumat (16/2/2024). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Kolaborasi Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dengan Jawa Pos Radar Solo melalui program Zetizen Goes To School terus berlanjut. Kali ini giliran menyambangi SMAN 1 Wuryantoro, Kabupaten Wonogiri, Jumat (16/2/2024). Sebanyak 324 siswa kelas XII berkumpul di aula sekolah setempat siap mengikuti setiap sesi safari dengan antusiasme tinggi. Mereka semakin terpukau ketika sejumlah mahasiswa Etnomusikologi FSP ISI Surakarta menampilkan pertunjukan musik bertajuk harmoni rasa yang mengolaborasikan komponen musikal dari Minang, Bengkulu, dan Betawi. Penampilan epik Raja, Gema, Fandi, Gulam, Juan, dan Gaim ini menyedot perhatian siswa. Mereka mengharmoniskan alat musik kongahyan, talempong, seruling, gitar, bass dan gendang atambua dengan baik. Terdengar marawis, unsur perkusi yang meriah, dan elemen jazz dan bossanova. Penyajian musik tersebut disambut sorak sorai dan memukau para siswa. Tak hanya mendengarkan, siswa pun berkesempatan merasakan langsung bermain alat musik yang dinilai unik tersebut. “Asyik juga. Baru kali ini pegang dan main alat musik ini,” ujar Dimas, salah seorang siswa ketika diajari praktik memainkan alat musik tambur.

Kepala SMAN 1 Wuryantoro Endang Sunarsih menyambut baik acara ini. Endang mengatakan, ini kali kedua Jawa Pos Radar Solo mengunjungi sekolahnya dengan diikuti lebih banyak siswa. Siswa bisa belajar ilmu jurnalistik dengan baik. Apalagi kali ini juga bergandengan dengan ISI Surakarta. “Kami mengapresiasi ISI Surakarta menjadi perguruan tinggi negeri pertama yang bersosialisasi dan berinteraksi secara langsung di sekolah kami. Saya yakin ada siswa kelas XII yang memiliki orientasi lanjut ke jenjang perguruan tinggi terutama di bidang seni," kata Endang.

Wakil Dekan III FSP ISI Surakarta Bondet Wrahatnala pada kesempatan itu juga mengenalkan enam prodi di FSP ISI Surakarta. Mulai dari etnomusikologi, pedalangan, tari, teater, karawitan, dan yang baru disahkan koreografi inkuiri. Di mana program ini satu-satunya di Indonesia. “Misalnya untuk etnomusikologi basis pembelajarannya adalah riset musik dan budaya, sedangkan kemampuan bermain musik menjadi nilai tambah,” ujar dia. Bondet berharap dari kegiatan Zetizen Goes To School ini dapat menarik minat para siswa jenjang SMA/SMK/MA sederajat, untuk melanjutkan studinya di ISI Surakarta. “Zetizen Goes to School (FSP ISI Surakarta bersama Jawa Pos Radar Solo) ini untuk mewadahi keingintahuan siswa tentang seni dan merespons dampak teknologi yang berkembang sangat cepat,” ujar dia.

Sementara itu, General Manager Jawa Pos Radar Solo Andi Aris juga mengapresiasi kolaborasi ini. Dia berharap ke depan bisa lebih luas lagi. Kegiatan ini juga diisi sharing jurnalistik bersama Wakil Pemimpin Redaksi/Manager Digital Jawa Pos Radar Solo Tri Wahyu Cahyono. (zia/bun)

Sumber: Radar Solo.